Tokoh Islam Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat

Posted by on Sep 26, 2016 in Agama | 0 comments

sayyid-habib-ali-bin-muhammad-al-mahdalySayyid Habib Ali bin Muhammad al-Mahdaly adalah seorang ulama berasal dari Timur Tengah yaitu Yaman. Beliau datang ke Indonesia sebagai juru dakwah. Menyebarkan ajaran Islam keberbagai daerah. Daerah terakhir yang dijadikan tempat tinggal untuk berdakwah beliau memilih Sungai Kunyit dibagian pedalamannya.

Beliau datang ke Sungai Kunyit sebelum Indonesia Merdeka. Sungai Kunyit termasuk daerah kecil yang terletak dipesisir, berpenduduk terbilang masih sedikit. Dengan berkembangnya zaman maka daerah pesisir ini memiliki Kepala Desa yang berada di Sungai Bundung. Beberapa tahun kemudian penduduk semakin bertambah, maka terjadi pemekaran desa. Terbentuklah Desa Sungai Kunyit Laut, Desa Sungai Kunyit Dalam, dan Sungai Kunyit Hulu.
Sayyid Ali seorang sufi selama masa hidupnya waktu banyak digunakan untuk mengdekatkan diri pada Sang Pencipta yaitu kepada Allah SWT, pemilik jiwa dan raga manusa. Keseharian beliau banyak dihabiskan berdzikir pada Allah dirumahnya. Beliau sangat baik dan bijak.

Dengan ketaatan beliau, atas izin dan kehendak-Nya. Beliau seringkali membantu mengobati orang-orang yang terkena penyakit. Membacakan ayat-ayat asy-syifa pada air putih lalu diberikan pada orang yang sakit. Beliau juga dipercayai menjadi hakim untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Salah satu contohnya, ketika ada masalah kehilangan barang di rumah maupun dikebun, maka masyarakat melaporkan kepada beliau agar diberikan solusi dan cara penyelesaiannya.

Kondisi Rumah Pada Dahulu

Rumah terletak di daerah pedalaman yaitu di Sungai Kunyit Dalam. Rumah yang ditempatinya berbentuk rumah adat, tinggi dan memiliki loteng. Di bagian bawah rumah bisa digunakan untuk melakukan aktivitas, seperti menumbuk padi. Di bagian loteng atas beliau gunakan untuk tempat ibadah.

Keturunan Sayyid Habib Ali bin Muhammad al-Mahdaly

Sayyid Habib Ali bin Muhammad al-Mahdaly memiliki tiga putra. Putra pertama Habib Wahab, kedua Habib Dullah, ketiga Habib Majid. Ketiga putranya memegang peran masing-masing di bidang dakwah dan kepemimpinan di Sungai Kunyit.

Setelah ada pemekaran desa. Maka Desa Sungai Kunyit menjadi tiga desa. Pada awalnya hanya ada dua Desa, yaitu Desa Sungai Kunyit Laut, Desa Sungai Dalam. Dari tahun ketahun masyarakat Sungai Kunyit Dalam semakin bertambah. Maka terbentuklah Desa Sungai Kunyit Hulu yang berbatasan langsung dengan Hutan Semayar dan Sungai Semayar.

Yang menjadi Kepala Desa pertama kali di Desa Sungai Kunyit Hulu putra kedua Sayyid Habib Ali yaitu Habib Dullah. Masyarakat memanggil Habib Dullah dengan sapaan Ami Dullah. Beliau dikenal oleh masyarakat seorang pemimpin desa yang baik dan bijak dalam menjalankan tugasnya.

Makam Sayyid Habib Ali bin Muhammad al-Mahdaly

makamsayyid-habib-ali-bin-muhammad-al-mahdalySayyid Habib Ali bin Muhammad al-Mahdaly wafat sekitar tahun 1952 M, di Sungai Kunyit Dalam. Makamnya terletak di sebuah bukit. Ada sebagian orang menyebut bukit itu dengan sebutan Gunung Tebangse.

Menurut riwayat semasa hidupnya, beliau sudah mempersiapkan membuat terlebih dahulu lubang kuburannya. Beliau menggali sendiri digunung sebanyak dua kali ditempat yang berbeda. Namun, setelah wafat Allah SWT berkendak lain. Beliau hanya bisa dimakamkan di tempat datar paling atas bukit tersebut.

Makam ketiga putranya terpisah dengan ayahandanya. Makam putra pertama terletak di Sungai Kunyit Dalam, Putra kedua terletak di Situbondo, Jawa Timur, dan putra ketiga terletak di Sungai Kunyit Hulu.

Keturunan Sayyid Habib Ali bin Muhammad al-Mahdaly, sekarang sudah menyebar keberbagai daerah. Ada di Sungai Kunyit, Mempawah, Kota Singkawang, Kota Pontianak, Sumenep, Jawa Timur. Sampai saat ini cucu-cucu beliau berperan aktif dalam bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan kepemimpinan di masing-masing daerahnya.

Tangga Menuju ke Makam

tangga-makam-sayyid-habib-ali-bin-muhammad-al-mahdalyTangga pertama untuk naik menuju makam. Disamping tangga ada rumpunan pohon bambu yang hijau menjulang tinggi dan pohon aren.

Ketika Sy. M. Latief menjadi Kepala Desa Sungai Kunyit Hulu, berbagai upaya yang dilakukan untuk memudahkan bagi penziarah kubur agar bisa lebih mudah dan cepat sampai kemakam. Maka dibangunlah sebuah tangga yang berwarna kuning. Habib Latief merupakan cucunya Sayyid Habib Ali bin Muhammad al-Mahdaly. Putra dari Habib Dullah. Beliau menjadi Kepala Desa Sungai Kunyit Hulu urutan yang kelima.

Untuk sampai ke makam ini. Jika dari Jalan Raya Sungai Kunyit, masuk ke dalam jaraknya sekitar 6 km. Pemerintah Desa Sungai Kunyit Hulu sudah berusaha membangun dan memperbaiki jalannya. Sehingga pengziarah lebih mudah menggunakan roda dua sampai kebawah gunung ini.

jalan-desa-kemakam-sayyid-habib-ali-bin-muhammad-al-mahdalyJika hendak berkunjung ketempat ini. Maka akan melewati sebuah perkampungan Sekip 1, melihat sawah-sawah dan pohon sagu

credit : http://adikusumagalaherang.blogspot.co.id/2016/09/sejarah-perkembangan-islam-di-sungai.html

Yang mampir nanya mbah Gugel pake kalimat ini

sejarah sungai kunyit | ami dullah barabai | sejarah desa sungai kunyit |
hosting murah jasa pembuatan website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest