Kalo ingat masa kecil dulu, pulang sekolah langsung ke sungai di belakang rumah, mandi dengan teman-teman (bolang mode : on). Tapi itu tinggal kenangan sebab sejak PT JAYA KERTAS membuang limbahnya di sungai desa kami, wuih…. Sungai jadi bau, berwarna. Jangankan mandi di kali, sumur yang berdekatan banyak yang terkena imbas. Apalagi malam sampai pagi hari. Dan inilah yang mengerakkan warga untuk melakukan protes ke pemkab untuk kesekian kalinya http://jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=121043 . dan http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=38996 walau dalam kenyatanya hasilnya jauh dari yang diharapkan.
Apakah pihak jaker mengakui pencemaran lingkungan ini? Tentu mereka bersikukuh tidak melakukannya. Walau banyak bukti dari warga sepanjang jalur sungai yang merasakannya. Hal ini di dukung penelitian dari terra net yang peduli lingkunggan hidup. Untuk melihat kandungan racun dari limbah PT. Jaya kertas (jaker) silakan kunjungi http://www.terranet.or.id/tulisandetil.php?id=1870
Beberapa catatan ecoton gejolak sosial yang ditimbulkan PT jaker :
1. 1991 aksi penutupan gorong-gorong PT jaker di Desa Nglawak, karena bau busuk yang ditimbulkan oleh limbah cairnya, puluhan warga digelandang ke Polres Nganjuk
2. 1998, Aksi pemblokiran jalan masuk PT Jaker karena limbah jaker yang melalui Desa Nglawak, Lambang Kuning, Patianrowo, Pelem, Pisang dan Kemaduh menimbulkan bau busuk dan pada malam hari mengeluarkan gas yang menimbulkan dada sesak bagi warga yang tinggal di bantaran Kali Klinter
3. 2004,September penelitian Koling (komunitas Peduli Lingkungan ) ITATS dan ecoton menunjukkan bahwa limbah PT Jaker telah mencemari Kali Klinter dan melebihi baku mutu serta adanya indikasi pencemaran Timbal (Pb) di Air kali Klinter DR Yulfiah ahli lingkungan ITATS mengkhawatirkan Pb dan bahan beracun bawaan limbah Jaker telah mengkontaminasi sumur-sumur warga.
4. 2004, Nopember aksi 1500 warga menuntut penutupan outlet PT Jaker dan pemindahan saluranlimbah untuk tidak dibuang di Kali Klinter. Aksi ini mendapat dukungan dewan danakhirnya Bupari Nurhayati menyetujui desakan warga agar PT Jaker tidak membuang limbah di Kali Klinter, Bupati beserta jajaran Muspida dan camat Kertosono, Patianrowo, Baron dan Kepala Desa Kemaduh
5. 2007, Kamis, 20 September 2007, warga Kemaduh menuntut kepada Bupati Nganjuk untuk melakukan rehabilitasi dan revitalisasi Kali Klinter serta persediaan air bersih bagi warga disepanjang Kali Klinter. http://www.ecoton.or.id/index.php?awal=165
Walau hasilnya sama “RAKYAT MENANG SEMENTARA DAN KALAH SELAMANYA”